Sinopsis Desilo 2027

 


Kita sering ditayangkan dengan gambaran masa depan yang makmur. melalui media, propaganda bahkan pengintititusian yang secara terus-menerus dipancarkan ke dalam imaginasi umum: sebuah kehidupan yang penuh kelimpahan, bermaruah, selesa dan menyenangkan dalam dunia moden. Namun, di sebalik janji ini tersembunyi suatu keretakan yang mendalam. Kemakmuran yang dinikmati oleh sesetengah pihak sering dibina atas pengorbanan pihak lain—melalui eksploitasi tenaga kerja, kemerosotan alam sekitar, keretakan komuniti dan ketidaksamarataan akses kepada masa depan yang dijanjikan itu sendiri. Malah kehidupan batin kita turut menjadi korban; kewarasan, makna dan keutuhan insan boleh dikorbankan di atas altar kemajuan, produktiviti dan kepenggunaan.

Pameran ini berusaha untuk menyingkap jurang antara gambaran masa depan indah yang dipertontonkan kepada kita dengan keburukan yang tersembunyi di sebalik fasadnya. Ia meneliti ketidakselarasan antara janji kemodenan untuk membawa kesejahteraan insan dengan cara-cara yang bersifat memecah dan membarai yang digunakan untuk mencapai janji tersebut.

Lebih daripada sekadar mendedahkan keretakan ini, pameran ini mengajak para seniman dan pengunjung untuk membayangkan bagaimana hubungan-hubungan yang telah terputus ini dapat dipulihkan—dan bagaimana sebuah masa depan yang lebih sepadu, adil dan benar-benar makmur dapat dibina.

A prosperous future is continually projected into our collective imagination: a life of abundance, dignity, comfort and enjoyment within the modern world. Yet this promise conceals a profound rupture. The prosperity enjoyed by some is often sustained by the sacrifice of others—through exploited labour, depleted environments, fractured communities and unequal access to the very future being promised. Even our own inner lives are not spared; sanity, meaning and human wholeness may be sacrificed at the altar of progress, productivity and consumption.

This exhibition seeks to expose the disjunction between the beautiful future displayed before us and the ugliness concealed behind its façade. It examines the incoherence between modernity’s promise of human flourishing and the fragmenting means through which that promise is pursued. Beyond exposing this rupture, the exhibition invites artists and visitors to imagine how these severed relationships might be restored—and how a more coherent, just and genuinely prosperous future might be constructed.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

The Desilo Principles 2.0: An Epistemological Framework for Defragmenting The Rupture of The Modern Mind

Falsafah yang sesuai untuk Pameran Desilo